Mengubah Hidup Zidane dan Materazzi ,Insiden

81 views

Mengubah Hidup Zidane dan Materazzi ,Insiden - Pada 9 Juli 2006, tim nasional Italia jadi juara Piala Dunia setelah mengalahkan Prancis dalam drama adu penalti, 5-3. Keduanya bermain imbang 1-1 setelah 120 menit. Gol penalti cepat Zinedine Zidane terhadap menit ke-7 membawa Les Blues unggul lebih dulu. Namun, lebih kurang 12 menit kemudian, bek gaek Italia, Marco Materazzi menyamakan kedudukan.

Mengubah Hidup Zidane dan Materazzi ,Insiden

mengubah-hidup-zidane-dan-materazzi-insiden

Hanya saja pertandingan ini terhitung dikenang bersama dengan insiden yang melibatkan ke dua pencetak gol tersebut. Gol dari keduanya seolah sudah ditakdirkan mereka akan jadi sorotan untuk dikenang. Sayangnya, mereka dikenang karena insiden yang tak terpuji.

Zidane diusir wasit setelah menanduk Materazzi di tengah pertandingan babak perpanjangan pas karena dikira ia diprovokasi bersama dengan kata-kata tak pantas oleh pemain Italia tersebut. Itu jadi penutup kariernya yang tak menghendaki dikenang selama hidupnya.

Drama pada keduanya dimulai terhadap babak ke dua perpanjangan waktu, ketika Zidane yang tengah berjalan bersama dengan Materazzi, berhenti di depannya dan mendadak menanduk dadanya.

Sang pengadil lapangan tidak memandang insiden selanjutnya dan ia hanya mendapat Info dari asisten keempatnya. Setelah itu, Horacio Elizondo tanpa ragu mengimbuhkan kartu merah. Itu jadi kartu merah kelima selama kariernya dan bersama dengan Rigobert Song, ia jadi pemain yang diusir dalam dua turnamen Piala Dunia berlainan (sebelumnya di Piala Dunia 1998).

Dua th. kemudian, Zidane mengungkapkan dirinya diprovokasi bersama dengan kata-kata tidak pantas yang dikira menyinggung ibunya. Ia terhitung mengaku sempat dihina bersama dengan sebutan ‘anak pelacur teroris’. Namun, ia terhitung menyesali karena sudah bereaksi terlalu berlebih bersama dengan kata-kata selanjutnya meski ia takkan menyesali tandukannya terhadap Materazzi.

“Saya bereaksi bersama dengan buruk dan menghendaki berharap maaf karena banyak anak-anak yang memandang pertandingan itu. Meski begitu, aku takkan menyesali tandukkan Agen Sbobetaku kepada Materazzi karena kalau aku menyesalinya, maka aku akan membetulkan yang ia katakan,”

“Sebenarnya, tidak ada kasus pada aku bersama dengan dirinya sebelum akan pertandingan itu. Semua bermula ketika ia memegang pakaian aku dan aku minta ia hentikan hal itu. Lalu aku katakan kalau dia menghendaki pakaian saya, aku akan memberikan setelah pertandingan. Lalu, yang berjalan lantasTaruhan Bola adalah dia menghina aku bersama dengan kata-kata tidak pantas yang menyinggung ibu dan adik saya. Saya coba abaikan namun lantas aku menghampirinya dan semua [tandukan] itu berjalan begitu cepat,” ungkap Zidane dilansir BBC Sport.

Materazzi sempat menolak tuduhan selanjutnya meski ia mengakui sempat berbicara kata-kata kasar kepadanya. Ia terhitung meyakinkan tak pernah menyebut Zidane bersama dengan sebutan teroris dan menghina ibunya layaknya yang diberitakan.

“Itu merupakan hinaan yang sudah terlanjur menyebar. Taruhan BolaSaya tak pernah memanggilnya teroris. Saya bukan orang yang tak berbudaya dan mirip sekali tak mengatakan hal-hal berbau politik, ras, dan agama kepadanya. Saya terhitung tak pernah menghina ibunya. Saya kehilangan ibu aku pas berusia 15 th. dan aku masih emosional kalau membahas itu,” tegas Materazzi layaknya dikutip ESPN FC.

Tags: #bERITA bola #Zidane #Materazzi

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs